“Tiga syarat menghadapi tantangan global; perkuat kemandirian bangsa, tingkatkan daya saing, dan miliki peradaban bangsa yang mulia”. (Susilo Bambang Yudhoyono)

02 September 2015

Peranan dan Tantangan Pancasila

Rochimudin | 02 September 2015 | 8:04 AM |
Meyakini Pancasila menjadi
salah satu unsur bela negara
Sebagai dasar negara, Pancasila merupakan pondasi utama untuk membangun bangsa. Maka nilai-nilai Pancasila harus dibumikan dan terus dilestarikan di tanah kelahirannya. Sebagai pandangan hidup bangsa, Pancasila memegang peranan penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila merupakan nilai luhur, karakter, ruh dan ideologi, yang harus terpatri dalam jiwa raga anak Indonesia.

Kelahiran Pancasila melalui proses yang panjang, dari mulai dibentuknya Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diketuai oleh Dr Rajiman Wedyodiningrat. Gagasan dasar negara menurut Muhammad Yamin; (1)Peri kebangsaan, (2)peri kemanusiaan, (3)peri Ketuhanan, (4)peri Kerakyatan dan (5)Kesejahteraan rakyat. Ir Soekarno memaparkan dasar negara dalam (1)Kebangsaan, (2)Internasionalisme, (3)Mufakat,Perwakilan dan Permusyawaratan, (4)Kesejaheraan Sosial. Pidato yang disampaikan Mr Muhammad Yamin memiliki banyak kesamaan dengan gagasan Ir Soekarno . Substansi yang disampaikan Prof Soepomo berupa negara integralistik hampir identik dengan gagasan Ir Soekarno tentang Ekasila Gotong Royong. Meski terdapat perbedaan pendapat, namun kebijaksanaan yang kuat sekali dalam musyawarah para pendiri bangsa (founding fathers) mampu menyusun dasar negara dalam waktu singkat. Akhirnya Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara dan termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

1.Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa

Setelah melepaskan diri dari penjajahan selama tiga setengah abad, bangsa Indonesia telah menjadi bangsa yang bebas dan merdeka. Masyarakat Indonesia terdiri atas beragam adat istiadat, bahasa dan agama yang beraneka ragam diperlukan nilai-nilai luhur bangsa yang menjadi pedoman hidup dalam bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara yang majemuk. Prinsip-prinsip yang dinyatakan sebagai dasar negara ini tercantum dalam alinea 4 Pembukaan UUD 1945. Butiran pemaknaan UUD 1945 dapat dirumuskan dalam (1) Visi dan Kesadaran Bangsa pada alinea 1, (2) Cita-cita Moral pada alinea 3, (3) Legitimasi perjuangan kemerdekaan pada alinea 2, dan (4) Wadah kelembagaan pada alinea 4.

Sementara wujud perjuangan pembebasan Indonesia dibagi dalam 3 periode yakni (1) Periode Revolusi 1908-1950, (2) Periode Pembangunan 1950-1998, (3) Periode Reformasi sejak 1998. Dalam memorandum DPRGR 9 Juli 1966, yang disahkan MPRS dengan ketetapan Nomor XX/MPRS/1966 Pancasila adalah pandangan hidup bangsa dan dasar falsafah negara RI. Pancasila pada dasarnya merupakan lima nilai dasar yang mencerminkan harkat dan martabat manusia. Yakni mematuhi prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, kebangsaan, demokrasi dan keadilan sosial.

2.Pancasila diantara Ideologi Besar Dunia

Berdasarkan Tap MPR Nomor XVIII tahun 1998, Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara, ideologi nasional dan pandangan hidup bangsa. Sebagai dasar negara karena secara formal terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Sebagai ideologi, Pancasila harus tersosialisasi dalam bentuk ajaran atau doktrin yang mengandung nilai-nilai dasar, nilai instrumental dan nilai praksis. Semua bangsa memiliki ideologi masing-masing. Di Perancis dan Inggris melahirkan ideologi liberalism (kebebasan), kapitalisme (pengusaan modal), individualisme (perseorangan) dan sekulerisme (pemisahan agama dari negara). Kemudian lahir ideologi konservatisme dan liberalisme. Ideologi di dunia berkembang setelah munculnya kritik seperti demokrasi sosial, anarkisme, fasisme, nasionalisme dan fundalisme. Pancasila sebagai ideologi bangsa harus menjadi tuntunan dalam menghadapi ideologi dunia yang tidak sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia.

3.Pancasila sebagai Ideologi Terbuka dan Ideologi Nasional

Ideologi adalah hasil refleksi manusia berkat kemampuannya mengadakan distansi terhadap dunia kehidupannya. Sebagai ideologi nasional, Pancasila berfungsi menggerakkan masyarakat untuk membangun kehidupan bangsa. Pancasila pada dasarnya menampilkan nilai-nilai universal, menunjukkan wawasan yang integral-integratif dan sebagai ideologi modern yang mampu memberikan gairan dan semangat yang tinggi. Pancasila sebagai ideologi terbuka, tidak berarti mengubah nilai-nilai dasar Pancasila, tetapi mengeksplisitkan wawasannya lebih konkret sehingga memiliki kemampuan memecahkan masalah-masalah baru.

Ada 3 dimensi yang menunjukkan cirri khas dalam orientasi Pancasila ; (1) dimensi teologis, aspek Ketuhanan(2) dimensi etis ,keadilan masyarakat (3) dimensi integral-integraf, hubungan manusia secara keseluruhan.

Sebagai ideologi yang bercirikan emansitoris, Pancasila mempunyai kekuatan untuk menggerakkan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Apalagi di era globalisasi dunia, maka nilai luhur dalam Pancasila akan meningkatkan ketahanan budaya bangsa dari pengaruh konsumerisme, oportunisme dan mendorong tindakan yang meningkatkan komunikasi masyarakat dalam institusi sosial.

4.Pancasila dalam era Globalisasi

Di satu sisi globalisasi yang didukung perkembangan informasi yang cepat dan pesat membuat masyarakat semakin terbuka menerima pemahaman , informasi dan nilai-nilai yang ada di dunia yang memperkaya wawasan dan khazanah informasi tapi disisi lain globalisasi sarat dengan kepentingan pihak tertentu. Penyebaran paham, ideologi dan budaya yang masuk tidak semuanya sesuai dengan nilai budaya bangsa. Pancasila mengandung saringan (filter) yang mampu menyaring arus masuknya ideologi luar, tetapi tidak menafikannya, nilai-nilai itu ; tauhid, toleransi, pluralisme, kemoderatan dan keseimbangan.

Pancasila berbeda dengan ideologi lain di dunia diantaranya (1) Pancasila merupakan ideologi terbuka yang berorientasi pada kemanusiaan (2) Pancasila mengakui Tuhan dan menghargai penghayatan religious masyarakat (3) Pancasila memandang negara bukan milik tertentu tetapi milik negara dan seluruh rakyat …

No comments:

Post a Comment

//